Senin, 24 Desember 2012

26 Desember - SATU KETETAPAN HATI



“Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku” (Kejadian 32:26).

Kita perlu usaha yang bersungguh-sungguh agar bisa mendapat kekuatan dari Allah untuk melawan musuh ketika ia datang seperti air bah. Kita harus menderita supaya bisa menaklukkan diri; karena kesenangan diri dan penurutan kata hati sendiri adalah dosa paling menjerat, membius kata hati dan membutakan pengertian....

Banyak sekali orang sedang membuat kesalahan fatal karena gagal mengindahkan pelajaran tentang pemeliharaan Allah ini. Kedamaian dan ketenangan dapat diperoleh hanya melalui konflik. Kekuatan terang dan kegelapan sedang berperang, dan kita harus secara individu mengambil bagian dalam perjuangan itu. Yakub bergumul sepanjang malam dengan Allah sebelum ia memperoleh kemenangan. Saat memohon kepada Allah dalam doa, ia merasa satu tangan yang kuat berada di atasnya, dan karena mengira itu tangan musuh, ia mengerahkan segenap tenaga untuk melawan Dia. Ia bergumul selama berjam-jam, tetapi tidak memenangkan apa pun dari Lawannya, dan ia tidak berani mengurangi usahanya sedetik pun, kalau tidak ia akan dikalahkan dan kehilangan nyawanya.... Kemudian Orang Asing itu mengakhiri konflik itu. Ia menyentuh sendi pangkal paha Yakub, dan tenaga si pejuang itu pun dilumpuhkan. Baru ketika itulah Yakub menyadari siapa Lawannya itu sebenarnya, dan sambil jatuh tersungkur dan menangis di leher-Nya, ia memohon bagi hidupnya.

Malaikat itu bisa dengan mudah melepaskan Diri-Nya dari pegangan Yakub, namun Ia tidak melakukan ini. “Biarkan Aku pergi,” Ia meminta, “karena fajar telah menyingsing.” Tetapi jawaban Yakub yang menderita namun penuh tekad, “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.” Air mata dan doa si pemohon menghasilkan apa yang selama ini ia gagal peroleh dari pergumulan. “Siapakah namamu?” Malaikat itu bertanya. “Sahutnya: Yakub. Lalu kata orang itu: Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.... Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.” ...

Satu ketetapan hati, penyangkalan diri, dan usaha yang suci diperlukan bagi pekerjaan persiapan.... Hanya oleh usaha yang sungguh-sungguh, penuh tekad dan iman dalam kebaikan Kristus kita dapat menang dan memperoleh kerajaan surga. Waktu kita bagi pekerjaan itu singkat. Kristus segera datang untuk kali kedua. Youth’s Instructor, 24 Mei, 1900.

Minggu, 23 Desember 2012

25 Desember - JANJI DIGENAPI



“Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Matius 25:21).

Meskipun murid-murid memandang jauh ke langit sampai Tuhan mereka tidak tampak dari pandangan mereka, mereka tidak melihat malaikat-malaikat yang berkumpul di sekeliling Pemimpin kekasih mereka. Yesus menuntun orang banyak yang tertawan yang telah bangkit dari kubur saat kebangkitan- Nya. Saat kumpulan penuh kemuliaan itu mendekat gerbang kota kekal, para malaikat bernyanyi, “Terangkatlah wahai gerbang-gerbang, terbukalah pintupintu kekal; dan Raja kemuliaan akan masuk. ” Dan para malaikat yang menjaga gerbang itu menjawab, “Siapakah Raja Kemuliaan ini?” Para malaikat yang menyertai menjawab, “Tuhan semesta alam, Ia adalah Raja Kemuliaan.” Saat kereta kemuliaan lewat, para malaikat hendak sujud menyembah di hadapan Tuhan kemuliaan; tetapi Ia mencegah mereka. Sebelum Ia menerima penghormatan mereka Ia harus mengetahui bahwa pengorbanan-Nya bagi umat yang berdosa telah diterima oleh Bapa. Ia harus mengetahui apakah harga yang telah dibayar untuk penebusan telah cukup untuk membebaskan mereka dari kuasa dosa dan alam maut.... Di tengah kemegahan istana kemuliaan, di tengah beribu-ribu dan berlaksa-laksa yang menanti untuk meletakkan mahkota di kaki-Nya, Ia tidak melupakan mereka yang telah ditinggalkan di bumi untuk menanggung perlawanan, celaan, dan caci maki. Setelah Bapa meyakinkan Dia bahwa harga yang dibayar telah diterima, Ia masih memiliki permintaan bagi mereka yang percaya kepada Dia dan mengikuti jejak langkah-Nya, “Bapa, Aku ingin agar mereka juga yang telah Kau berikan pada-Ku, berada di mana Aku berada, agar mereka dapat melihat kemuliaan-Ku, yang telah Kau berikan pada-Ku; karena Engkau mengasihi Aku sebelum permulaan dunia ini.” Ia meminta agar murid-murid-Nya boleh turut dalam sukacita-Nya dan merasakan sukacita-Nya, dan akhirnya hamba Tuhan yang setia akan mendengar perkataan senang, “Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

Ketika sudah selesai memohonkan permintaan-Nya, Bapa memberikan perintah, “Biarlah semua malaikat Allah menyembah Dia.” Kemudian lagu sukacita dan kasih menggema di seluruh istana surgawi, “Anak Domba sembelihan, yang sudah hidup kembali, Pemenang penuh kejayaan layak disembah.” Dan Yesus yang sama ini, yang disembah oleh para malaikat yang tak terhitung banyaknya, akan datang kembali untuk memenuhi janji-Nya dan menerima mereka yang mengasihi Dia ke tempat-Nya. Bukankah kita memiliki alasan besar untuk bergembira?... Perwujudan dari pengharapan kita sudah dekat; orang setia akan segera turut dalam kebahagiaan Tuhan mereka. Signs of the Times, 27 Jan. 1888.

Sabtu, 22 Desember 2012

24 Desember - SUNGGUH HADIAH NATAL YANG INDAH



“Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku” (Yohanes 14:3).

Waktu untuk penderitaan, penyaliban Yesus sudah dekat; dan ketika para murid berkumpul mengelilingi-Nya, Tuhan mengungkapkan kepada mereka peristiwa menyedihkan yang akan segera terjadi, dan hati mereka penuh dengan kesedihan. Untuk menghibur mereka, Ia mengucapkan kata-kata lembut ini: “Janganlah gelisah hatimu.... Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku.” Ia mengarahkan pikiran mereka menjauh dari pemandangan sedih ke istana-istana surga dan waktu bersatu kembali dalam kerajaan Allah.... Meskipun Ia harus pergi dari mereka dan naik kepada Bapa-Nya, pekerjaan-Nya bagi orang-orang yang dikasihi-Nya tidak akan berakhir. Ia akan menyediakan tempat bagi mereka yang demi Dia, menjadi para peziarah dan orang asing di bumi....

Setelah kebangkitan-Nya Ia “membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.”... Apakah kamu membayangkan ketika mereka kembali ke Yerusalem bahwa mereka berkata satu sama lain, “Nah, Tuhan telah meninggalkan kita. Apakah gunanya sekarang mencari para pengikut untuk Yesus? Marilah kita kembali menjala.”... Tidak ada catatan percakapan semacam itu. Tidak sebaris pun dituliskan atau satu petunjuk diberikan bahwa mereka memiliki pemikiran meninggalkan pelayanan dari Tuhan mereka yang telah naik untuk pelayanan diri dan dunia. Mereka telah melihat kemuliaan-Nya. Ia telah pergi untuk menyiapkan istana bagi mereka. Keselamatan mereka telah disediakan, dan bilamana mereka setia mengikuti persyaratannya, maka mereka tentu mengikuti Dia ke dunia penuh sukacita yang tiada akhir. Hati mereka dipenuhi dengan lagu-lagu gembira dan pujian.

Kita semua memiliki alasan yang sama untuk bersyukur. Kebangkitan dan kenaikan Tuhan kita merupakan bukti nyata dari kemenangan orang-orang kudus Allah atas kematian dan alam maut, dan satu janji bahwa surga terbuka bagi mereka yang membasuh jubah tabiat mereka dan membuatnya putih dalam darah Anak Domba. Yesus naik kepada Bapa sebagai perwakilan umat manusia, dan Allah akan membawa mereka yang memantulkan gambar-Nya untuk melihat kemuliaan-Nya dan bersama-sama dengan Dia....

Marilah maju bersama mencapai pahala besar dan bergabung dalam nyanyian umat tebusan. Jika kita selalu menyanyikan pujian Allah di surga, maka kita harus menyanyikannya di sini. Signs of the Times, 27 Jan. 1888

Jumat, 21 Desember 2012

23 Desember - KEDATANGAN YESUS YANG PERTAMA DAN KEDUA



“Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain” (Matius 24:31).

Para pimpinan Bangsa Yahudi memiliki Kitab Suci Perjanjian Lama, yang dengan jelas meramalkan cara kedatangan Kristus pertama kali. Melalui Nabi Yesaya Allah telah menggambarkan penampakan dan misi Kristus, dengan berkata, “Ia dihina dan ditolak oleh manusia; seorang yang penuh kesedihan, dan mengenal dukacita.”...

Semua peristiwa ajaib yang terjadi pada kedatangan-Nya yang kedua kali, mereka harapkan terjadi pada kedatangan-Nya yang pertama. Oleh sebab itu, ketika Ia datang, mereka tidak bersedia menerima Dia....

Antara kedatangan Kristus pertama dan kedua, satu perbedaan ajaib akan terlihat. Tidak ada bahasa manusia yang dapat menggambarkan pemandangan kedatangan Anak Manusia yang kedua kali di awan-awan. Ia akan datang dengan kemuliaan-Nya sendiri dan dengan kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat suci. Ia akan datang dengan berpakaikan jubah terang, yang Ia telah kenakan dari hari-hari kekekalan. Para malaikat akan menyertai Dia.... Suara sangkakala akan terdengar memanggil orang mati yang tertidur dari kubur....

Saat mereka [para pemimpin Yahudi] memandang pada kemuliaan-Nya, mereka mengingat Anak Manusia yang berpakaian kemanusiaan. Mereka mengingat bagaimana mereka telah memperlakukan Dia, bagaimana mereka telah menolak Dia dan melakukan kemurtadan besar. Pemandangan tentang kehidupan Kristus muncul di hadapan mereka dengan jelas. Semua yang Ia lakukan, semua yang Ia katakan, penghinaan yang dialami-Nya untuk menyelamatkan mereka dari noda dosa, muncul di hadapan mereka dalam penghukuman.... Kita sekarang berada di tengah bahaya akhir zaman. Pemandangan konflik sedang berlangsung, dan hari-hari berada di depan kita. Apakah kita bersiap untuk masalah itu? ...

Anak Manusia akan menganugerahkan mahkota kehidupan kekal kepada orang-orang benar, dan mereka akan “melayani Dia siang dan malam di bait-Nya: dan Ia yang duduk di takhta akan tinggal di tengah mereka. Mereka tidak akan lapar lagi, juga tidak akan haus lagi; matahari juga tidak akan bersinar atas mereka, juga tidak ada hawa panas. Karena Anak Domba yang ada di tengah takhta akan memberi makan mereka, dan akan menuntun mereka menuju sumber mata air hidup: dan Allah akan menghapuskan segala air mata.” Review and Herald, 5 Sep. 1899.

Kamis, 20 Desember 2012

22 Desember - KEPADA SELURUH BANGSA



“Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kisah Para Rasul 1:8).

Kristus menugaskan murid-murid-Nya untuk melakukan pekerjaan yang ditinggalkan-Nya di tangan mereka, mulai di Yerusalem. Yerusalem telah menyaksikan kerendahan hati-Nya bagi umat manusia. Di sana Ia telah menderita, ditolak dan dihukum. Daerah Yudea adalah tempat kelahiran-Nya. Di sana, berpakaian kemanusiaan, Ia berjalan bersama manusia, dan sedikit orang yang melihat betapa dekat surga ke bumi ketika Yesus berada di tengah mereka. Pekerjaan para murid harus dimulai di Yerusalem.

Tetapi pekerjaan itu tidak untuk berhenti di situ. Itu harus disebarluaskan ke segala penjuru bumi. Kepada murid-murid, Kristus berkata: Engkau telah menyaksikan kehidupan pengorbanan diri-Ku demi dunia. Engkau telah menyaksikan pekerjaan-Ku bagi Israel. Meskipun mereka tidak datang kepada-Ku agar mereka beroleh kehidupan, meskipun para imam dan penguasa telah melakukan pada-Ku apa yang mereka inginkan, meskipun mereka telah menolak Aku sebagaimana telah diramalkan Kitab Suci, mereka masih memiliki kesempatan lain menerima Anak Allah.  Engkau telah melihat bahwa semua yang datang kepada-Ku, tidak akan Kutolak. Semua orang yang mau, dapat didamaikan kepada Allah dan menerima kehidupan kekal. Kepada kalian, murid-murid-Ku, Aku serahkan pekabaran kemurahan ini. Ini harus diberikan lebih dahulu kepada Bangsa Israel, lalu kepada bangsa-bangsa, bahasa, dan suku bangsa yang lain....

Melalui karunia Roh Kudus murid-murid menerima kuasa ajaib. Kesaksian mereka dikuatkan oleh tanda-tanda dan keajaiban....

Murid-murid harus memulai pekerjaan dari mana mereka berada. Ladang paling sulit dan paling tidak menjanjikan tidak boleh dilewatkan. Jadi semua pekerja Kristus harus mulai dari mana mereka berada. Di dalam keluarga kita sendiri mungkin ada jiwa-jiwa yang mengharapkan simpati, menginginkan roti kehidupan. Mungkin ada anak-anak yang harus dilatih untuk Kristus. Ada para penyembah berhala di dalam rumah kita sendiri. Dengan setia, mari kita lakukan pekerjaan kepada yang terdekat. Kemudian biarlah usaha kita diperluas sejauh tangan Allah memimpin. Pekerjaan banyak orang mungkin tampak dibatasi oleh keadaan; namun di mana pun itu, jika dilakukan dengan iman dan ketekunan maka itu akan dirasakan di bagian-bagian paling sudut dunia. Pekerjaan Kristus ketika berada di atas bumi sepertinya terbatas pada ladang yang sempit, tetapi orang banyak dari seluruh negeri mendengar pekabaran-Nya. Review and Herald, 9 Okt. 1913.