Selasa, 13 November 2012

15 November - SEJARAH TERULANG DENGAN SENDIRINYA



“Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya” (2 Timotius 4:3).

Banyak orang menganggap bahwa kegelapan intelektual dan moral yang berlaku selama Abad Pertengahan didukung oleh penyebaran ajaran agama, ketakhyulan, dan penindasan paus, dan bahwa penyebarluasan pengetahuan umum dan penerimaan prinsip kebebasan beragama melarang kebangunan kembali ketakhyulan dan kelaliman. Memang benar bahwa terang besar, intelektual, moral, dan keagamaan, bersinar pada generasi ini. Sejak tahun 1844 terang dari langit di atas langit telah memancar dari pintu bait Allah yang terbuka. Tetapi harus diingat bahwa makin besar terang yang dipancarkan, maka semakin besar pula angan-angan dan kegelapan dari mereka yang menolak Firman Allah dan menerima dongeng dan ajaran hukum manusia.

Setan akan senang dengan kemarahan Kekristenan yang murtad terhadap umat sisa yang rendah hati yang dengan sungguh-sungguh menolak menerima kebiasaan dan tradisi yang salah. Dibutakan oleh raja kegelapan, penganut agama populer melihat apa yang ia lihat saja dan merasakan apa yang ia rasa saja.... Kebebasan hati nurani, yang menuntut pengorbanan yang sedemikian besar, tidak lagi akan dihormati. Gereja dan dunia akan bersatu, dan dunia akan memberi kuasa pada gereja untuk menghancurkan hak umat untuk beribadah kepada Tuhan menurut Firman-Nya.

Dekret yang akan dikeluarkan melawan umat Allah di masa yang akan datang ini dalam beberapa hal sama dengan yang dikeluarkan oleh Ahasyweros terhadap orang-orang Yahudi di masa Ester. Dekret Persia bersumber dari kebencian Haman terhadap Mordekhai. Bukan karena Mordekhai melukai Haman, tetapi ia menolak untuk memuji kesombongannya dengan memperlihatkan sikap hormat yang seharusnya hanya untuk Allah....

Sejarah terulang dengan sendirinya. Pikiran pongah yang sama berencana melawan umat setia di abad-abad yang lalu, kini berusaha mengambil alih kendali gereja-gereja Protestan, agar melalui mereka ia menghukum dan membinasakan semua orang yang tidak mau memelihara sabat berhala. Kita tidak perlu berperang melawan makhluk-makhluk fana. Kita berjuang bukan melawan daging dan darah, tetapi melawan raja-raja, melawan pemerintah, melawan penguasa kegelapan dunia ini, melawan roh-roh jahat di udara. Tetapi jika umat Allah mau menaruh kepercayaan di dalam Dia, dan oleh iman mengandalkan kekuatan-Nya, alat-alat Setan akan dikalahkan di zaman kita. Signs of the Times, 8 Nov. 1899.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar