Sabtu, 25 Agustus 2012

27 Agustus - SUKACITA PERSEKUTUAN SURGAWI



“Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya” (2 Timotius 4:8).

Sementara duduk mengelilingi meja Perjamuan, Kristus menyatakan perkataan sangat menarik perhatian para murid-Nya. Ia segera akan mengalami peristiwa yang akan merupakan ujian terberat bagi mereka. Ia tidak mau meninggalkan mereka dalam keadaan tidak mengerti dengan pekerjaan-Nya di masa mendatang.... Ia tahu bahwa dalam kesedihan, mereka akan diserang oleh musuh, karena kelihaian Setan paling berhasil bila dijalankan pada mereka yang sedang depresi karena berbagai kesulitan....

Selama jam-jam terakhir penuh kesedihan ini, Kristus memberitahu para murid-Nya bahwa pada malam pengadilan-Nya, mereka semua akan kecewa kepada-Nya, dan Ia akan dibiarkan sendirian. Ia memberitahu mereka bahwa untuk sementara waktu setelah kematian-Nya mereka akan sangat sedih, tetapi kesedihan mereka akan berubah menjadi sukacita....Ia mengatakan dengan jelas mengapa Ia memberitahukan semua ini sementara Ia masih berada bersama mereka—bahwa ketika perkataan-Nya digenapi, mereka akan mengingat apa yang Ia telah beritahukan kepada mereka sebelum mereka alami, dan dengan demikian dikuatkan untuk mempercayai Dia sebagai Penebus mereka....

Pernyataan-pernyataan Kristus menyedihkan dan mengagetkan para murid. Tetapi pernyataan tersebut diikuti dengan jaminan yang menghiburkan, “Jangan gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku ada banyak tempat; kalau tidak demikian, Aku akan mengatakannya kepadamu. Aku pergi untuk menyiapkan tempat bagimu. Dan jika Aku pergi dan menyiapkan tempat bagimu, Aku akan datang kembali, dan menerimamu bersama-Ku; agar di mana Aku berada, kamu pun berada di situ.”...

Bukan hanya kepada para murid, tetapi kepada kita juga perkataan menghibur ini diucapkan. Dalam pemandangan terakhir sejarah bumi ini, peperangan akan pecah. Akan ada wabah, bencana, dan kelaparan. Lautan yang dalam akan bergelora. Harta benda dan kehidupan akan dihancurkan oleh api dan banjir. Kita harus bersedia bagi istana yang Kristus sediakan bagi mereka yang mengasihi dia. Ada tempat peristirahatan dari konflik di dunia. Di manakah itu? “Agar di mana Aku berada, kamu juga berada.” Surga adalah tempat di mana Kristus berada. Surga tidak akan menjadi surga bagi mereka yang mengasihi Kristus jika Dia tidak ada di sana. Review and Herald, 19 Okt. 1897.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar